armipb.preciselspmui.net, AcehTamiang– Kami bertemu dengan gadis cilik cantik berambut pirang dan ‘wajah Eropa’ ini yang tengah berbaur dengan ratusan orang lainnya di depan Masjid Nurussalam, hendak mengambil barang bantuan.
Ia bercerita, saat air sungai naik perlahan merendam rumah-rumah warga, ia diboyong ayah-ibunya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Jembatan yang menghubungkan dusunnya dengan jalan utama desa ikut roboh dan hanyut dibawa air sungai yang murka. Mereka selamat, tapi rumah tak lagi ada.
Humaira sedih, bahkan setelah sekian pekan pascabencana. Itu karena bantuan masuk sangat minim sebab lokasi mereka masih amat sulit diakses. Baru setelah beberapa grup relawan datang, termasuk Wahana Muda Indonesia (WMI) dan ARM HA-IPB, senyumnya mulai mengembang kembali.
“Aku tadi harus naik boat (perahu – Red.) ke sini, nggak bisa jalan kaki,” katanya. Ia bersama kakak perempuannya dan sahabat karibnya, Kirana. Namun, ia mengaku senang karena bertemu banyak orang yang datang membawa bantuan. Termasuk salah satunya selebritas Teuku Wisnu bersama istrinya Shireen Sungkar, influencer Ayu Natasha, Farhat, dan beberapa lainnya yang kebetulan juga baru menembus Lubuk Sidup. Mereka menjamu pengungsi dan relawan makan siang, membagi-bagikan pakaian, gamis, Al Quran, dan buku cerita anak-anak.
Begitupun, Humaira masih punya keinginan terpendam. “Aku sudah lama nggak punya jajanan,” bisiknya. Kami ajak dia ke mobil ARM HA-IPB. Kepadanya kami berikan sekantong plastik besar berisi roti, biskuit, dan makanan kecil lain yang sengaja kami beli di tengah jalan. Mata Humaira berbinar. Ia dekap bungkusan itu erat-erat, lalu setelah mengucap terima kasih ia bersama kakaknya dan Kirana menjauh sambil berceloteh riang siapa mendapat roti yang mana.
Ada ratusan anak seperti Humaira, terjepit keadaan akibat bencana. Mereka mencoba terus tersenyum meski kadang tak paham kenapa semua terjadi dan mengapa sekarang mereka harus tinggal di posko pengungsian dengan tenda alakadarnya.
Karena itu, saat 20 unit tenda darurat keluarga yang ARM HA-IPB bawa mulai dibagikan, Humaira berharap agar keluarganya menjadi salah satu yang segera menerimanya. ARM HA-IPB masih terus berusaha memenuhi kebutuhan tenda darurat ini agar 165 keluarga segera punya tempat berteduh dan tinggal lebih nyaman dari sebelumnya. Anda semua bisa ikut membantu mereka. Semoga.
ARM HA-IPB
Bermartabat Menebar Manfaat
Hotline: 0811 1230 0423